Tafsir Kosmologi Bledug

~Segalanya yang kau lihat mempunyai akarnya di dalam dunia yang tak terlihat. Bentuk akan berubah, namun intisarinya tetaplah sama.~rumi.

Ada seseorang yang mengatakan bahwa Islam itu adalah sesuatu yang berada di luar dan telah ditugaskan seseorang untuk memasukkannya ke dalam diri manusia. Jadi seperti seseorang yang merajah tubuh seseorang lain yang masih polos dengan gambar-gambar tertentu. Pertanyaannya, apakah manusia dan Islam semacam rajah yang menempel pada kulit?

Ada pertanyaan lain, Apakah si Ibu memberikan suara(bunyi dari getaran pita suara) kepada si bayi? Ataukah hanya memberikan kosakata-kosakata bahasa? a-i-u-e-o, ca-ci-cu-ce-co.

Tentu, Si Ibu hanya memberikan kosakata-kosakata, tidak memberikan suara, karena suara telah include dalam fisik manusia. Lantas, apakah Islam itu semacam suara(bunyi dari getaran pita suara) atau kosakata-kosakata?

Benar, bahwa syariat-syariat yang bersifat lahiriah perlu dipelajari dan didapatkan teknisnya dari luar dirinya. Namun, bahwa nilai-nilai kesejatian Islam telah ada dan membersamai manusia saat dia menjadi ‘sesuatu’.

Bukan suatu kesalahan juga apabila Islam hanya dimaknai secara lahiriah saja, tekstual, benar-salah, dilarang atau diperbolehkan. Namun, ada kemungkinan yang lain, bahwa Islam lebih luas dari itu semua, lebih menenteramkan, membahagiakan dan menggembirakan.

Salah satu cara memahami hidup kita masing-masing adalah dengan ilmu kosmos. Dengan kerendahan hati akan penyederhanaan esensi, ilmu kosmos adalah suatu pengetahuan akan relasi antara dua sesuatu. Dua sesuatu yang memiliki persambungan dan titik kait. Mengapa relasi dua sesuatu? Karena prinsip dasar suatu pengetahuan adalah kebenaran yang hanya ada satu saja. Satu, hakiki.

Begitupun, dalam ilmu kosmos, tidak ada di dunia ini yang mandiri tanpa relasi. Semuanya bergantung pada sesuatu sebab yang menyebabkan segala sesuatu. Karenanya, kausalitas menjadi salah satu prinsip utama.

Menggunakan istilah mbah Jo, bledug adalah kakak pertama manusia. Atau dalam urutan spesies makhluk secara logika : yang pertama adalah tanah, batu, dan sesuatu yang hanya memiliki massa dan ukuran. Kedua, tumbuhan, sesuatu yang memiliki massa dan ukuran ditambah lagi dengan karakter pertumbuhan, membesar, meninggi. Ketiga, adalah hewan, sesuatu yang memiliki berat, ukuran, pertumbuhan dan ditambah lagi dengan nafsu. Dan anak ragilnya bernama manusia, dengan karakter bledug, tumbuhan, hewan secara sekaligus, dan ditambah lagi memiliki akal.

Karena itu, manusia adalah penciptaan yang paling sempurna, dengan menghimpun seluruh sifat dan karakter makhluk ciptaan ditambah lagi dengan akal sebagai pembeda dari makhluk lainnya. Dengan begitu, karakter bledug ada dalam diri manusia, dan yang paling penting, kehadiran bledug di dunia ini adalah untuk tunduk beribadah ke Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sehingga, kualitas ‘ketundukan manusia dalam beribadah’ ada dan sangat nyata. “Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah…..”QS. Al-Hadid : 1

 

Jefrei Kurniadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *