Premangan

Mari melingkar, membahas hakekat premangan, salah satu kebutuhan mendasar dari kehidupan manusia setelah sandang, yaitu pangan. Pangan bahkan jauh lebih dahulu dibutuhkan dibanding papan atau tempat tinggal. Bagaimana memperoleh pangan, cara memakannya dan apa saja jenis-jenis makanan yang dilarang, najis dan atau yang diperbolehkan sampai pada level halalan toyiban? Mari kita diskusikan sembari gembira bersama di Rumah Hati Lampung, Desa Margototo, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur.

Baca Selengkapnya


 Tandur Wal Tandhur

Manusia jika meminjam kearifan masyarakat desa adalah orang yang hanya menanam. Wongkang Nandur. Kita juga sejatinya hanya sebatas menanam. Baik tandur kebaikan, kebajikan maupun ada juga yang terjebak dalam laku menanam berbagai benih keburukan. Tandur sendiri dalam Al Quran surah Alhasr ayat 18 berarti sebuah sikap untuk memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akherat).

 

Baca Selengkapnya


 My Darling

My Darling sebagai tema Maiyah Dusun Ambengan edisi Januari 2017 adalah pembukaan tahun cinta, tahun kemesraan untuk benar-benar membumikan apa itu yang dianggap sebagai sikap pengasih dan penyanyang. Berlaku penuh kasih sayang, semata-mata upaya untuk mendapatkan curahan rahmat dan berkah dari Allah SWT yang memiliki puncak sikap, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang.

Baca Selengkapnya


 Kepada Allah Jangan Menuntut, Tetapi Memohon

Ada satu respons dari Cak Nun yang sangat mengesankan di antara jawaban-jawaban yang disampaikan. “Jangan menuntut kepada Allah, tetapi memohonlah, sebab Allah boleh apa saja karena Dia Maha Mutlak. Dia tidak terikat kewajiban apapun kepada manusia. Dan toh Allah Maha Adil, bukan karena wajib melainkan karena kasih sayang-Nya kepada manusia. Beda dengan presiden atau pemimpin yang harus adil karena terikat oleh nilai-nilai tertentu oleh rakyat yang dipimpin.

Baca Selengkapnya


 Harapan-Harapan yang Diam-Diam Dicurahkan Lewat Maiyahan

Harapan untuk mendapatkan ilmu, barokah, kegembiraan, pemenuhan batin, wawasan intelektual, dan lain-lain. Dilihat dari sudut ini, betapa berat tugas atau beban yang diberikan kepada Cak Nun dan KiaiKanjeng. Penyelenggara memiliki harapan atau tema sendiri. Individu-individu jamaah yang hadir banyak jumlah itu pun punya harapannya masing-masing. Apakah kabul cita-citanya dalam dagang, karier, jodoh, rezeki, kesehatan, bisa bayar utang, ketenteraman keluarga, atau harapan-harapan lain.

Baca Selengkapnya


 Lapis Substansial-Sosial Ngaji Bareng

Pernyataan Pak Lurah itu bukan hanya menjelaskan latar belakang acara malam ini, tetapi sesungguhnya mengingatkan bahwa demikianlah yang terjadi dengan setiap kali kehadiran Cak Nun dan KiaiKanjeng di masyarakat. Selalu ada konteks keperluan sosial yang akan dirembug, direspons, atau dimintakan solusi atau wawasan dari Cak Nun. Ini sejujurnya adalah lapis substansial yang perlu dicermati bagi siapapun yang ingin mengetahui kiprah dan perjalanan Cak Nun dan KiaiKanjeng. Bukan sekadar lapis seni, penampilan, atau hiburan dalam arti umumnya.

Baca Selengkapnya