LATAH GAWOH

Dalam sebuah interaksi sosial, jika kita melihat orang yang dengan tiba-tiba mengucapkan sesuatu atau melakukan gerakan spontan di luar kebiasaannya yang merupakan reaksi dari kekagetannya, maka kita mengklasifikasikan orang tersebut sebagai orang yang terkena gangguan psikologis latah.

Latah, secara harfiah marupakan keadaan atau perasaan sangat terkejut sehingga membuat seseorang melakukan reaksi tertentu sebagai bentuk ekspresi dari kekagetannya tersebut. Sebuah kondisi di luar kesadaran dan kontrol diri yang outputnya bisa berupa menirukan dari apa yang membuatnya terkejut dan kaget.

Orang yang mengalami sindrom latah kadang terlihat lucu, bahkan sering dengan sengaja kita mengagetkan orang dengan sindrom latah agar supaya mengikuti apa yang kita inginkan. Namun dengan keadaan sosial masyarakat dewasa ini, sindrom latah yang terjadi justru mengarah ke keadaan yang kurang baik sehingga melahirkan generasi yang mudah kagetan.

Semakin mudahnya mengakses dunia luar dengan segala macam informasi tanpa ada filter penyaring, serta rasa ingin tahu yang semakin tinggi, menjadikan generasi yang belum siap cenderung mudah takjub sehingga lebih suka meniru serta menjiplak dari apa yang dilihat dan didengar tanpa ada verifikasi terlebih dahulu tentang apa yang dilihat dan didengarnya.

Terkungkung dalam sikap gumunan dan kagetan mengakibatkan hancurnya martabat, menghilangkan kemerdekaan manusia itu sendiri. Dalam dunia yang penuh dengan paradoks, banyak tipu daya yang bisa merugikan manusia. Hal yang terlihat baik, terlihat manis, namun ternyata acapkali menjerumuskan.

Eling lan waspodo terhadap segala dialektika yang terjadi dalam kehidupan. Mari sinau dan bergembira bersama Maiyah Dusun Ambengan edisi 33, “Latah Gawoh” pada Sabtu 12 Mei 2018 jam 19.00 WIB di Rumah Hati Lampung, Margototo – Lampung Timur
#MAMei

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *