KUDU WUDHU

Kita, oleh orang tua kita dulu, atau saat sekolah maupun saat belajar mengaji di mushola, oleh guru atau kyai kita diajarkan bab tentang wudhu. Mulai dari bacaan, gerakan, syarat sah sampai praktek wudhu diajarkan dalam waktu khusus. Hal ini di karenakan wudhu merupakan salah satu syarat wajib sahnya sholat.

Dalam menjalani kehidupanpun kita dianjurkan untuk selalu dalam keadaan bersih (suci), bukan hanya dalam kondisi seperti akan melakukan sholat, namun dalam segala hal situasi dan kondisi ruang serta waktu.

Wudhu yang secara harfiah berarti bersih dan indah, dengan segala urutan gerakannya, tersirat makna filosofis yang jika diurai bisa menjadi bekal kita dalam menjalani kehidupan. Berkumur yang mengilhami kita untuk menjaga lisan dari segala ucapan yang nir manfaat atau menyakiti. Niat sebagai perlambang bahwa dalam bersosial dengan masyarakat kita harus menjaga hati dari berbagai macam penyakit hati. Membasuh kedua tangan yang dimaksudkan dalam kehidupan ini kita harus saling bahu membahu dan membantu antar sesama, membasuh telinga dan kaki yang dimaksudkan agar kita mendengar dan melangkahkan kaki ke tempat yang berkah dan bermanfaat.

Manusia merupakan mahluk spesial yang diamanati sebagai pemimpin di dunia, baik memimpin diri sendiri, orang lain, sesama makhluk hidup, dan juga dalam mengelola sumber daya yang sudah tersedia, dimana dalam diri manusia terdapat dua hal yang bertolak belakang yang harus diselaraskan dan diseimbangkan antara unsur suci (roh yang ditiupkan) dan unsur hina ( tanah). Dua hal yang manusia nantinya akan berjalan menuju antara kemuliaan ataukah kehinaan pada ujungnya.

Dalam mengemban misi sebagai pemimpin, manusia perlu membekali diri dengan nilai-nilai luhur serta membentengi dari hawa nafsu yang merusak, manusia kudu wudhu, dengan mentaddaburi serta mengimplementasikan makna filosofis yang tersirat pada wudhu dalam berdialektika dengan kehidupan sosial kemasyarakatan, maka kebaikanlah yang akan tercipta dan berpendar ke seluruh penjuru serta sistem tata kelola kehidupan

Mari melingkar bersama di majelis Maiyah Dusun Ambengan, Sabtu, 14 Juni 2018 Jam 19.30 di Rumah Hati Lampung, Desa Margototo, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur.
#MAJuli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *