Sumpah Sampah

*SUMPAH SAMPAH*

Bermula di alam ruh. Setiap anak Adam telah mengikrarkan kesaksian janji cinta kepada Tuhan. Janji cinta kesetiaan sebagai hamba yang mengakui keEsaan Tuhan, itu kelak akan terjawab di hari kiamat. Apabila di hari perjumpaan agung itu nanti Tuhan tak berkenan menyapa, maka celakalah manusia yang melupakan kesaksian- sumpah janjinya sendiri yang bermula di alam ruh itu.

Di alam fana ini, kesejarahan hidup manusia banyak diwarnai oleh momentum-momentum dimana manusia harus bersumpah. Entah dalam khasanah keagamaan, kebangsaan, maupun sumpah dan janji yang diikrarkan dalam pelbagai peristiwa dan keperluan domestik, semisal terpaut dengan profesi pekerjaan, urusan-urusan personal hingga didalam perhubungan sosial. Sumpah dilakukan manusia untuk menegaskan komitmen, peneguhan tanggung jawab sikap dan tindakan atas sesuatu hal yang prinsipal, utama dan suci.

Sumpah, kita mendapati pengertian umumnya sebagai suatu pernyataan disertai tekad dalam melakukan sesuatu. Untuk menguatkan kebenaran sumpahnya, si pembuat sumpah pun berani mengambil resiko menderita, jika suatu saat pernyataan tersebut diingkari atau dikhianati. Masalahnya, manusia kebanyakan cenderung mudah lupa atas sumpah-sumpahnya.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran Surah Ali Imron ayat 77, yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.”

Pernyataan Tuhan ini, menjadi warning agar manusia berhati-hati dalam bersumpah. Jangan terlalu gampang mengeluarkan sumpah dan janji tetapi abai menepati, sebagaimana diibaratkan segampang melakukan jual beli dengan harga murah.

Kalau sumpah (latah, serapah) sudah menjadi kebiasaan, maka akan terjadi tumpukan sumpah yang tak mustahil bereskalasi menjadi gunung sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sumpah-sampah kepalsuan dan kedustaan belaka?!

*Pada edisi ke 50, Hari Sabtu 19 Oktober 2019 Jam 19.30 WIB, Majelis Ilmu Maiyah Dusun Ambengan mengangkat tema Sumpah Sampah sebagai kajian.*
Dilingkaran kegembiraan tersebut kita bersama-sama berikhitiar mendapatkan refleksi-refleksi nilai yang lebih mendasar dan lebih presisi mengenai sumpah janji, agar kelak di yaumil Qiyamah tidak mengalami penderitaan yang tiada terkira dan abadi, yakni diacuhkan atau tidak disapa Tuhan dalam perjumpaan agung denganNya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *